You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karangjati
Logo Desa Karangjati
Karangjati

Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali, Provinsi Jawa Tengah

Inovasi Mahasiswa KKN Undip: Sulap Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Arang Bernilai Guna

Administrator 11 Agustus 2026 Dibaca 2 Kali
Inovasi Mahasiswa KKN Undip: Sulap Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Arang Bernilai Guna

KARANGJATI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) kembali menorehkan jejak pengabdian yang berdampak positif bagi masyarakat, kali ini di Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Melihat potensi sektor pertanian yang sangat besar di desa tersebut, para mahasiswa menyadari adanya tantangan berupa melimpahnya limbah sekam padi sisa hasil panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Seringkali, limbah pertanian ini hanya dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja sehingga berpotensi menimbulkan polusi udara yang mengganggu kesehatan warga. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim KKN Undip menginisiasi sebuah program kerja inovatif berupa pelatihan pembuatan briket arang dari limbah sekam padi. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk menekan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pembakaran limbah secara terbuka, tetapi juga difokuskan untuk memberikan nilai tambah pada sekam padi agar menjadi sumber energi alternatif yang bernilai guna dan ekonomis bagi warga setempat.

Dalam pelaksanaannya, proses pembuatan briket arang ini dirancang sedemikian rupa agar sangat mudah diaplikasikan oleh masyarakat desa secara mandiri dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana. Seperti yang terlihat pada dokumentasi kegiatan, tampak tangan-tangan terampil yang tengah sibuk mengaduk dan meremas adonan hitam pekat di dalam sebuah wadah plastik bening yang diletakkan di atas meja kayu sederhana. Mahasiswa KKN mempraktikkan langsung tahapan pembuatan yang dimulai dari pencampuran serbuk arang sekam padi dengan bahan perekat alami dari tepung kanji dan air. Menariknya, untuk tahap pencetakan, para mahasiswa tidak menggunakan mesin pabrikan yang mahal. Tepat di sebelah wadah adonan tersebut, berjajar rapi potongan-potongan pipa paralon (PVC) berwarna putih berukuran kecil yang difungsikan sebagai cetakan. Adonan arang yang sudah lengket kemudian dimasukkan ke dalam cetakan pipa paralon tersebut dan dipadatkan secara manual, menghasilkan bentuk briket silinder yang rapi sebelum akhirnya dijemur di bawah terik sinar matahari hingga benar-benar kering.

Briket arang dari sekam padi ini menawarkan berbagai keunggulan yang menjadikannya solusi cerdas untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar, baik untuk skala rumah tangga maupun untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Karangjati. Dibandingkan dengan kayu bakar konvensional atau arang kayu biasa, briket sekam padi memiliki keunggulan mampu menghasilkan panas yang lebih tinggi, nyala api yang stabil, serta lebih tahan lama saat dibakar. Selain itu, briket ini meminimalisir kepulan asap pekat, sehingga jauh lebih sehat, bersih, dan ramah lingkungan ketika digunakan untuk aktivitas memasak sehari-hari. Dari kacamata ekonomi, inovasi pengolahan limbah ini membuka peluang usaha baru (industri rumahan) bagi warga desa. Limbah yang pada awalnya dianggap tidak berharga, kini berhasil disulap menjadi produk komersial yang memiliki nilai jual di pasaran, yang pada gilirannya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan warga serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG.

Antusiasme warga Desa Karangjati dalam menyambut program pelatihan ini menjadi sinyal positif akan keberlanjutan inovasi yang ditinggalkan oleh tim mahasiswa KKN Undip. Untuk memastikan penyebaran informasi dan transfer pengetahuan yang lebih luas dan tidak berhenti pada saat masa KKN berakhir, dokumentasi kegiatan beserta artikel panduan pembuatan briket ini turut dipublikasikan melalui platform digital resmi desa. Publikasi informatif ini diunggah langsung ke dalam portal website Desa Karangjati, yang halaman utamanya dihiasi dengan latar belakang pesona alam perbukitan hijau desa, lengkap dengan lambang daerah dan berbagai menu navigasi untuk memudahkan warga mengakses layanan dan artikel terkini. Melalui publikasi digital ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, baik di dalam maupun di luar desa, dapat mengakses informasi dan tutorial pembuatannya kapan saja dengan mudah. Langkah ini diharapkan mampu memantik semangat warga untuk terus berinovasi, menjadikan Karangjati sebagai desa yang mandiri secara energi dan tangguh secara ekonomi.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan